FILSAFAT

Biografi al-Farabi

Biografi al-Farabi memiliki nama lengkap Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkas ibn Auzalagh, dilahirkan di Utrar (Farab) pada 257 H/870 M, dan meninggal dunia di Damaskus pada 339 H/950 M dalam usia 80 tahun. Di Eropa ia lebih dikenal dengan nama Alpha – rabius.

Al-Farabi Filosofis
al-Farabi

Pada masa mudanya ia pernah belajar bahasa Arab di Baghdad, kemudian belajar logika kepada Abu al-Basyar Matta ibn Yunus, dan belajar filsafat pada Yuhanna ibn Khailan.

Ayahnya adalah seorang jenderal berkebangsaan Persia dan ibu­nya berkebangsaan Turki. Al-Farabi pindah, dari Utrar (Farab) ke Baghdad, setelah berusia kurang Iebih 50 tahun. Di Baghdad inilah ia mencapai kematangan yang maksimal. la pernah tinggal di Harran dan kemudian kembali ke Baghdad.

Ketika ia berusia 70 tahun, Jenderal Tuzun dari Dailam menyerang ibu kota kerajaan Abbasiyah dan membunuh khalifah Muttaqi. Karena itu, ia meninggalkan Baghdad untuk selamanya. Selanjutnya, ia pindah ke Aleppo dan tinggal di sana di dalam Istana Saif al-Daulah. Yang merupakan tempat pertemuan ahli-ahli ilmu pengetahuan dan filsafat pada masa itu. Di sini ia berkonsentrasi dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. Kegemaran membaca dan menulisnya sungguh luar biasa, dan ia sering melakukannya di bawah sinar lampu penjaga malam.

Kendati Amir hendak menganugerahinya uang yang berlimpah, ia tetap merasa cukup menerima empat dirham saja setiap hari, karena ia lebih memilih hidup zuhud (sederhana), dan tidak tertarik dengan kemewahan dan kekayaan. Kemudian sisa tunjangan jabatan yang diterimanya dibagi-bagikan kepada fakir miskin dan untuk amal sosial di Aleppo dan Damaskus. Pada akhir hayatnya, kurang lebih 10 tahun, Al-Farabi hidup di dua kota itu secara berpindah-pindah. Tetapi hubungan penguasa kedua kota itu semakin memburuk, sehingga Saif al-Daulah menyerbu kota Damaskus dan menguasainya.

Biografi al-Farabi terkenal sebagai salah satu tokoh filsuf Islam yang me­miliki keahlian dalam banyak bidang keilmuan, dan memandang fil­safat secara utuh, sehingga filsuf Islam yang datang sesudahnya, seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd, banyak mengambil dan mengupas sistem filsafatnya. Ia berusaha untuk mengakhiri kontradiksi antara pemikiran Plato dan Aristoteles meialui risalahnya al-Jam’u Baina Ra’yay al-hikmimanin,Aflathun wa Aristhu. Dalam bidang filsafat ia digelar dengan al-Mu’allim al-Tsani (Guru Kedua), sedang yang digelari sebagai al-Mu’allim al-Awwal (Guru Pertama) ialah Aristoteles.

Hasil karya Biografi al-Farabi sebenarnya sangat banyak, akan tetapi sa­ngat sedikit yang sampai kepada kita (dikenal masyarakat). Boleh jadi karena karangan-karangan Al-Farabi hanya berupa risalah (karangan pendek), dan sedikit sekali yang berupa buku besar yang mendalam pembicaraannya. Kebanyakan karangannya telah hilang dan yang ma­sih ada kurang lebih 30 buah saja yang ditulis dalam bahasa Arab.

Pada Abad Pertengahan, Al-Farabi sangat terkenal sehingga orang- orang Yahudi banyak yang mempelajari karangan-karangannya dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Ibrani. Sampai sekarang salinan-salinan tersebut masih tersimpan di perpustakaan-perpustakaan di Eropa. Ibnu Sina pernah mempelajari buku Metafisika karangan Aristoteles, lebih dari 40 kali, tetapi belum juga mengerti maksudnya. Setelah ia membaca buku Al-Farabi berjudul Aghrad Kitab Ma Ba’da al-Thabi’ah (Intisari Buku Metafisika), barulah ia mengerti apa yang selama ini ia rasakan sangat sukar. Di samping karya-karya Al-Farabi tersebut di atas, ia juga menulis karya-karya lain seperti:

  1. Tahshil al-Sa’adah (Mencari Kebahagiaan).
  2. ‘Uyun al-Masa’il (Pokok-pokok persoalan).
  3. Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadhilah (Pikiran-pikiran Penduduk Kota Utama, Negeri Utama).
  4. Ihsha’al-’Ulum (Statistik Ilmu).
  5. Fushush al-Hikam,

Dalam bukunya Ihsha’ al-’Ulum dibahas berbagai macam ilmu pengetahuan, yaitu ‘Ilm al-Lisan (Ilmu Bahasa), ‘Ilm al-Manthiq, ’Ilm al-Ta’alim (Ilmu Matematika), ’Ilm al-Tabi’i (Ilmu Fisika), ’Ilm al- Ilahi (Ilmu Ketuhanan), ‘Ilm al-Madani (Ilmu Perkotaan), ‘Ilm al- Fiqh (Ilmu Fikih), dan ‘Ilm al-Kalam (Ilmu Kalam). Demikian Biografi al-Farabi secara singkat.

Catatan: Artikel ini diambil dari buku Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Klasik Hingga Indonesia Kontemporer karya Muhammad Iqbal dan Amin Husein Nasution. Dan Pemesanan buku-buku filsafat di instagram Infobuku.co atau WA ke 085725899372 atau klik link bit.ly/2HCJEe0

Related posts

Sejarah Kelam Islam

admin

Filsafat Plato

admin

Biografi Antonio Gramsci

admin

Leave a Comment