BUKU Uncategorized

Menalar Tuhan

Karya Frans Magnis Suseno

Iman dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dalam dua arti: Secara teologis dan secara filosofis. Secara teologis iman dipertanggungjawabkan apabila dapat ditunjuk bahwa apa yang diimani, serta kehidupan yang dijalani berdasarkan iman itu, adalah sesuai dengan sumber iman itu. Jadi teologi berdasarkan wahyu agama yang bersangkutan. Wahyu itulah sumber kebenaran. Karena setiap agama mempunyai wahyu atau dasarnya sendiri, setiap agama mempunyai teologinya sendiri juga. Pertanggungjawaban iman secara teologis terjadi  dalam rangka refleksi dan diskursus iman di dalam umat agama yang bersangkutan. Orang dari luar tidak dapat masuk karena tidak mengakui wahyu agama itu sebagai sumber kebenaran.

Pertanggungjawaban filosofis iman adalah berbeda. Di situ yang mau ditunjukkan rasionalitas iman itu. Dan itu dilakukan dengan memakai nalar. Nalar dapat memeriksa suatu keyakinan atau ajaran agama dari beberapa sudut. Misalnya dari sudut konsistensi logis: Apakah ada pertentangan di antara ajaran-ajaran agama itu. ·Lalu, dari sudut pengetahuan tentang dunia daan masyarakat. Misalnya apakah ajaran tentang penciptaan dunia dapat dipertanggungjawabkan dari sudut pengetahuan ilmu-ilmu alam tentang alam raya, perkembangan hayat di bumi, dlsb. Dapat juga dari sudut pengalaman batin. Filsafat Ketuhanan sebagai filsafat tidak mendasarkan diri pada ajaran atau wahyu agama tertentu, melainkan bertanya apa yang secara nalar dapat dikatakan tentang iman itu.

Filsafat, tentu saja, tidak membicarakan seluruh iman-kepercayaan suatu agama, melainkan hanya intinya, keyakinan iman bahwa ada Allah. Soalnya, kebanyakan unsur dalam kepercayaan dan kehidupan suatu agama berdasarkan ajaran dasar atau sumber agama itu serta perkembangan dalam sejarah umat yang bersangkutan. Filsafat ketuhanan membatasi diri pada pertanyaan paling dasar: Baga imana keperceyaan bahwa ada Tuhan dapat dipertangjawahkan secara rasional.

download Menalar Tuhan

Related posts

DriveShare Lets You Rent Your Dream Car From A Car Collector

admin

Filsafat Plato

admin

Agama menurut Freud

admin

13 comments

Avatar
Rio Januari 14, 2020 at 9:51 am

Buku yg patut dibaca,saya pengagum Prof Franz Magnis Suseno

Reply
Avatar
Mubarok Januari 14, 2020 at 10:21 am

Mau

Reply
Avatar
Akmal Januari 14, 2020 at 10:34 am

Selalu tumbuh dengan hal baik dan sukses selalu

Reply
Avatar
Khairuna Januari 14, 2020 at 10:59 am

Saya ingin membacanya

Reply
Avatar
Khairuna Januari 14, 2020 at 10:59 am

Ingin memahaminya

Reply
Avatar
Khairuna Januari 14, 2020 at 11:00 am

Ingin lebih memahami tentang buku tersebut.

Reply
Avatar
Khairuna Januari 14, 2020 at 11:01 am

Ingin mendalami dan memahami lebih lebih lebih

Reply
Avatar
Justin Januari 14, 2020 at 3:13 pm

Mauuu dong min

Reply
Avatar
Kevin mandela Januari 14, 2020 at 6:57 pm

Berbagi itu indah

Reply
Avatar
MUHAMMAD FIKRI ALFARIZY Januari 14, 2020 at 8:15 pm

Aristoteles

Reply
Avatar
Laurantya Januari 14, 2020 at 11:49 pm

Saya adalah siswa yang tertarik dengan filsafat, ntah itu dari cerita guru saya, atau bahkan membaca buku buku filsafat di perpustakaan umum. Saya belum pernah punya satupun buku filsafat, karena daftar buku yang mau saya beli sudah banyak 😀 semoga buku ini jadi buku filsafat saya yang pertama. Pasti sangat bermanfaat:)

Reply
Avatar
Mrizkyar Januari 15, 2020 at 2:42 am

Alhamdulillah

Reply
Filsafat Plato - filosofis Januari 24, 2020 at 3:39 am

[…] pemula laku itu, dan pada dasarnya inilah pula yang dikehendaki Plato. Jika seseorang ingin menjadi negarawan yang baik, ia harus mengetahui Yang Baik; ini hanya bisa dicapai dengan meng- kombinasikan […]

Reply

Leave a Comment